Kerangka Deteksi Dini Arc Fault DC Berbiaya Rendah pada PLTS Atap Berbasis Fusi Proxy Indikator dan Edge-AI Terdistribusi Antar-Rumah
Tim Xtal — Institut Teknologi Sumatera
Important
Repositori ini mendokumentasikan studi kelayakan konsep (proof-of-concept) DASNet berbasis kajian literatur, dataset sekunder/sintetis, simulasi numerik, serta pipeline TinyML. Hasil performa yang ditampilkan bukan hasil pengujian purwarupa fisik pada PLTS riil dan tidak boleh diperlakukan sebagai pengganti perangkat AFCI tersertifikasi.
- Tentang DASNet
- Tim Xtal
- Permasalahan yang Diangkat
- Tujuan dan Target Perancangan
- Konsep Utama
- Arsitektur Sistem
- Flowchart Sistem
- Fusi Proxy Indicator
- Dataset dan Pra-pemrosesan
- Arsitektur ResNet 1D-CNN
- Pelatihan dan Kuantisasi
- Hasil Evaluasi
- Ketahanan terhadap Variabilitas Lingkungan
- Jaringan Terdistribusi Antar-Rumah
- Bill of Materials
- Firmware ESP32-S3
- Struktur Repositori
- Cara Menggunakan Repositori
- Batasan Penelitian
- Pengembangan Lanjutan
- Referensi Utama
DASNet (Distributed Arc-Signature Network) adalah kerangka deteksi dini DC arc fault untuk instalasi PLTS atap rumah tangga yang dirancang dengan pendekatan berbiaya rendah, pemrosesan Edge-AI, serta komunikasi terdistribusi antar-rumah.
DASNet menggabungkan dua jalur validasi yang saling melengkapi:
-
Validasi arsitektural melalui fusi tiga proxy indicator:
- riak arus,
- laju kenaikan suhu sambungan,
- deviasi efisiensi daya berbasis iradiansi.
-
Validasi pipeline TinyML melalui model ResNet 1D-CNN yang dikuantisasi untuk eksekusi pada mikrokontroler kelas rendah, khususnya ESP32-S3.
Node DASNet bekerja secara on-device, memberikan peringatan lokal, dapat mengeksekusi proteksi melalui relai, serta mengirimkan status anomali ke gateway komunitas menggunakan LoRa SX1278 433 MHz.
| Nama | Peran dalam Karya | Institusi |
|---|---|---|
| Nazuwatussya'diyah | Dosen Pembimbing | Institut Teknologi Sumatera |
| Rafi Rafsanjani | Ketua Tim / Peneliti | Institut Teknologi Sumatera |
| Muhammad Yusuf Aditiya | Anggota Tim / Peneliti | Institut Teknologi Sumatera |
| Dimas Rifai | Anggota Tim / Peneliti | Institut Teknologi Sumatera |
Nama Tim: Xtal
Gangguan arc fault DC pada instalasi fotovoltaik dapat dipicu oleh degradasi konektor MC4, kesalahan crimping, sambungan longgar, maupun penuaan isolasi kabel. Karena arus DC tidak memiliki titik nol seperti AC, busur listrik dapat terus bertahan dan tidak selalu memicu MCB konvensional.
Di sisi lain, solusi Arc Fault Circuit Interrupter (AFCI) komersial dinilai relatif mahal untuk pengguna PLTS rumah tangga skala kecil. DASNet dirancang untuk mengeksplorasi pendekatan alternatif yang:
- dapat berjalan pada mikrokontroler murah,
- tidak bergantung pada ADC berkecepatan sangat tinggi,
- meminimalkan false-positive,
- bekerja secara lokal tanpa ketergantungan cloud,
- dapat berkolaborasi sebagai jaringan deteksi tingkat komunitas.
Target awal penelitian DASNet adalah:
| Parameter | Target |
|---|---|
| Akurasi klasifikasi | ≥ 90% |
| Latensi pelaporan | < 500 ms |
| False-positive rate | < 5% |
| Estimasi BOM per node | < Rp320.000 |
| Platform edge | ESP32-S3 |
| Komunikasi | LoRa SX1278 433 MHz |
| Eksekusi AI | On-device / TinyML |
PLTS Atap
│
├── Sensor Arus ───────────► Riak Arus
├── Sensor Suhu ───────────► Laju Kenaikan Suhu
└── Sensor Iradiansi ──────► Deviasi Efisiensi
│
▼
Fusi Proxy Indicator
│
┌────────────────┼────────────────┐
▼ ▼ ▼
NORMAL WASPADA BAHAYA
│ │ │
└──── LED / Buzzer / Relay ─────┘
│
▼
LoRa SX1278 433 MHz
│
▼
Gateway Komunitas
│
┌─────────────┴─────────────┐
▼ ▼
Dashboard Rumah Dashboard Komunitas
Blok diagram DASNet menerapkan skema Input – Process – Output dengan catu daya independen.
| Sensor | Fungsi |
|---|---|
| ACS712 | Menangkap karakteristik arus dan riak arus abnormal pada jalur DC |
| DS18B20 | Mengukur suhu sambungan dan gradien kenaikan suhu |
| BH1750 | Mengukur iluminansi sebagai proksi iradiansi untuk koreksi efisiensi |
Pemrosesan utama dilakukan oleh ESP32-S3 untuk:
- akuisisi data sensor,
- pemfilteran data,
- normalisasi,
- kalkulasi proxy indicator,
- fusi skor anomali,
- inferensi TinyML,
- klasifikasi status,
- proteksi lokal,
- komunikasi LoRa.
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| LED RGB | Indikator visual status Normal / Waspada / Bahaya |
| Buzzer | Alarm lokal |
| Relai | Aktuator pemutusan jalur DC pada kondisi bahaya |
| LoRa SX1278 | Transmisi status ke gateway komunitas |
| Dashboard | Pemantauan individual dan agregat komunitas |
Alur penelitian dan implementasi secara umum mencakup:
- Identifikasi masalah.
- Kajian literatur dan research gap.
- Perancangan arsitektur.
- Pemilihan komponen.
- Perumusan fusi proxy indicator.
- Pra-pemrosesan dataset.
- Pelatihan ResNet 1D-CNN.
- Kuantisasi model.
- Konversi model menjadi header C++.
- Deployment pada ESP32-S3.
- Simulasi komunikasi LoRa.
- Evaluasi performa.
DASNet menghindari ketergantungan penuh pada analisis spektrum frekuensi tinggi dengan mengubah kondisi fisik sistem menjadi tiga indikator anomali.
Indikator riak dihitung sebagai deviasi standar arus yang dinormalisasi terhadap rerata bergerak dalam jendela waktu satu detik:
Laju kenaikan suhu sambungan:
dengan:
k= konstanta efisiensi panel dari kalibrasi,G= iradiansi terukur dalam W/m²,A= luas efektif panel.
Bobot w1, w2, dan w3 ditentukan melalui optimasi grid search pada tahap pelatihan luring.
| Skor | Status | Respons |
|---|---|---|
S < 0,3 |
🟢 Normal | Monitoring |
0,3 ≤ S < 0,7 |
🟡 Waspada | Peringatan lokal |
S ≥ 0,7 |
🔴 Bahaya | Alarm dan lapisan proteksi |
Catatan: nilai numerik bobot
w1,w2, danw3tidak dicantumkan pada naskah LKTI. Firmware menyediakan parameter yang harus disesuaikan dengan hasil grid search final.
Pipeline TinyML menggunakan dataset sekunder/sintetis multi-sensor dengan tiga kanal:
| Berkas | Kanal | Ukuran |
|---|---|---|
sensor1_current.csv |
Sinyal arus DC | ~69,1 MB |
sensor2_voltage.csv |
Fluktuasi tegangan DC | ~78,2 MB |
sensor3_acoustic_em.csv |
Emisi akustik-elektromagnetik | ~73,3 MB |
labels.csv |
Label kelas | ~154 KB |
Dataset mentah terdiri dari sekitar 30.000 baris, kemudian melalui:
Raw multi-sensor data
│
▼
Interpolasi linear
│
▼
Segmentasi time-series
│
▼
13.333 sampel × 3 kanal × 1024 titik
│
▼
Stratified split 70 : 15 : 15
│
├── Training
├── Validation
└── Testing = 2.000 sampel
│
▼
Z-score normalization
(parameter hanya dari training set)
│
▼
Class-weighted loss
| Kelas | Jumlah Sampel |
|---|---|
normal |
8.000 |
series_arc |
3.333 |
parallel_arc |
2.000 |
| Total | 13.333 |
series_arc dan parallel_arc sama-sama diposisikan sebagai kondisi berisiko tinggi dalam konteks proteksi karena keduanya berpotensi berkembang menjadi kondisi kebakaran.
Input model memiliki bentuk:
(3, 1024)
dengan tiga kanal sinyal per sampel.
Arsitektur utama:
Input
│
▼
Conv1D
│
Batch Normalization
│
ReLU
│
MaxPool
│
▼
Residual Block — 32 channels
│
▼
Residual Block — 64 channels
│
▼
Residual Block — 128 channels
│
▼
Global Average Pooling
│
Dropout
│
Fully Connected Layer
│
▼
3 Classes
├── normal
├── series_arc
└── parallel_arc
Koneksi residual digunakan untuk mempertahankan aliran gradien selama ekstraksi fitur time-series multi-kanal.
Model dilatih selama 27 epoch hingga mencapai konvergensi dengan validation loss mendekati nol.
Setelah pelatihan, model dikonversi ke format TensorFlow Lite dan dikuantisasi agar lebih sesuai untuk perangkat edge.
| Model | Presisi | Ukuran File Repository | Keterangan |
|---|---|---|---|
dasnet_float32.tflite |
FP32 | ~2,1 MB | Model TensorFlow Lite sebelum kuantisasi lebih lanjut |
dasnet_float16.tflite |
FP16 | ~1,1 MB | Model dengan reduksi presisi Float16 |
dasnet_model_data.h |
Header C++ | ~3,6 MB | Representasi model untuk penyematan firmware |
| Model inferensi INT8 pada evaluasi | INT8 | ~604 KB | Ukuran model inferensi yang dilaporkan dalam studi |
Evaluasi pada 2.000 sampel test set independen menghasilkan klasifikasi sempurna pada dataset evaluasi yang digunakan:
| Kelas | Sampel Test | Precision | Recall | F1-score | AUC |
|---|---|---|---|---|---|
| Normal | 1.200 | 1,00 | 1,00 | 1,00 | 1,00 |
| Series Arc | 500 | 1,00 | 1,00 | 1,00 | 1,00 |
| Parallel Arc | 300 | 1,00 | 1,00 | 1,00 | 1,00 |
| Total / Macro | 2.000 | 1,00 | 1,00 | 1,00 | 1,00 |
Akurasi test set: 100%
Caution
Akurasi 100% diposisikan dalam naskah sebagai ideal baseline / batas atas teoritis karena dataset sekunder/sintetis memiliki karakteristik yang lebih terkontrol daripada kondisi lapangan. Noise inverter nonlinear, variasi cuaca ekstrem, sensor drift, dan karakteristik perangkat nyata dapat menurunkan performa operasional.
Pada dataset evaluasi, nilai AUC = 1,00 untuk ketiga kelas target.
| Metode | Komputasi / Ukuran | Sampling / Latensi | Akurasi |
|---|---|---|---|
| FFT + ANN — Anggriawan et al. (2023) | Tinggi / >5 MB | 100 kHz / ~1.200 ms | 99,98% |
| Ensemble ML — Le et al. (2020) | Sedang / ~12 MB | 20 kHz / ~850 ms | 98,2% |
| Conv1D — Dang et al. (2021) | Sangat tinggi / ~25 MB | 1 MHz / ~500 ms | 99,1% |
| DASNet INT8 | Sangat rendah / ~604 KB | <1 kHz / <350 ms | 100% (simulasi) |
Fokus DASNet bukan sekadar mengejar akurasi maksimum, tetapi mengeksplorasi trade-off antara:
- performa,
- kebutuhan komputasi,
- sampling rate,
- biaya perangkat,
- latensi,
- kemampuan deployment pada mikrokontroler.
Simulasi terhadap kondisi transien cuaca dan switching beban menunjukkan bahwa indikator tunggal berbasis riak arus lebih mudah menghasilkan alarm palsu.
| Skema Deteksi | False-positive Rate | Akurasi Komposit |
|---|---|---|
| Indikator riak arus tunggal | 18,5% | — |
| Fusi tiga proxy indicator | 4,3% | 91,2% |
Reduksi FPR menjadi 4,3% penting untuk menekan risiko nuisance tripping.
DASNet tidak hanya dirancang sebagai perangkat standalone. Setiap node edge dapat menjadi bagian dari jaringan komunitas.
Rumah 01 ─┐
Rumah 02 ─┤
Rumah 03 ─┤
... ├──► LoRa 433 MHz ───► Gateway Komunitas ───► Dashboard
Rumah 20 ─┘
| Parameter | Hasil |
|---|---|
| Jumlah node | 20 node |
| Gateway | 1 gateway komunitas |
| Frekuensi | 433 MHz |
| Rata-rata latensi end-to-end | 340 ms |
| Target maksimum | 500 ms |
| PDR LoRa | >98,6% |
| Gangguan simultan yang diuji | hingga 5 node |
Arsitektur ini memungkinkan gateway membedakan gangguan lokal pada satu rumah dari pola anomali yang muncul serentak pada beberapa instalasi di kawasan yang sama.
Estimasi biaya perangkat elektronik untuk satu node edge:
| Komponen | Spesifikasi | Estimasi Biaya |
|---|---|---|
| Mikrokontroler utama | ESP32-S3 N8R8 | Rp120.000 |
| Transceiver komunikasi | LoRa SX1278 433 MHz | Rp85.000 |
| Sensor proxy proteksi | ACS712 + DS18B20 + BH1750 | Rp55.000 |
| Proteksi | Modul relai optocoupler 5V / Songle 5V | Rp6.000 |
| Alarm & indikator | Active buzzer + LED RGB | Rp12.000 |
| Catu daya & step-down | Power Supply 12V/2A + LM2596 | Rp35.000 |
| Total BOM per node | Rp313.000 |
Dalam studi, AFCI komersial bersertifikasi UL 1699B dibandingkan pada rentang sekitar Rp2,5–5 juta, sehingga estimasi biaya DASNet merepresentasikan potensi penghematan sekitar 87–94% pada tahap konsep.
Estimasi BOM belum mencakup casing, integrasi mekanik, biaya manufaktur, sertifikasi, pengujian keselamatan, dan instalasi lapangan.
Firmware utama tersedia pada:
main.cpp
Implementasi mencakup:
- ESP-IDF + FreeRTOS,
- sampling ACS712,
- pembacaan DS18B20,
- BH1750 melalui I²C,
- filter firmware,
- kalkulasi proxy indicator,
- klasifikasi Normal / Waspada / Bahaya,
- LED RGB,
- buzzer,
- relay,
- driver LoRa SX1278,
- telemetri ke gateway,
- loader TensorFlow Lite Micro,
- inferensi model terkuantisasi,
- pengukuran latensi inferensi.
Firmware menggunakan:
#include "dasnet_model_data.h"Header tersebut merupakan representasi model yang disematkan ke firmware ESP32-S3.
Model ResNet 1D-CNN pada jalur validasi TinyML dilatih pada:
current + voltage + acoustic_em
sedangkan arsitektur sensor target DASNet menggunakan:
current + temperature + irradiance
Karena kedua domain kanal tersebut tidak identik, implementasi firmware sebaiknya tidak menganggap inferensi dari model sekunder sebagai pengganti validasi model pada sensor fisik target. Pada main.cpp, skema fusi proxy tetap menjadi dasar keputusan live sampai pipeline model dilatih/ditransfer menggunakan data sensor target yang representatif.
DASNet/
│
├── README.md
├── main.cpp
├── dasnet_model_data.h
│
├── DASNet_ResNet1D_CNN.ipynb
├── dasnet_float32.tflite
├── dasnet_float16.tflite
│
├── sensor1_current.csv
├── sensor2_voltage.csv
├── sensor3_acoustic_em.csv
├── labels.csv
│
├── blok_diagram_arsitektur_dasnet.jpg
├── flowchart_sistem_dasnet.png
├── confusion_matrix_dasnet.png
├── arsitektur_resnet1D.png
├── grafik_respon_anomali_dasnet.png
├── kurva_akurasi_dasnet.png
├── kurva_loss_dasnet.png
└── kurva_roc_dasnet.png
| Berkas | Format | Ukuran ± | Fungsi |
|---|---|---|---|
README.md |
Markdown | — | Dokumentasi repositori |
main.cpp |
C++ | — | Firmware ESP-IDF/FreeRTOS |
dasnet_model_data.h |
Header C++ | ~3,6 MB | Model untuk deployment firmware |
DASNet_ResNet1D_CNN.ipynb |
Notebook | ~1 MB | Pipeline preprocessing, training, evaluasi dan kuantisasi |
dasnet_float32.tflite |
TFLite | ~2,1 MB | Model FP32 |
dasnet_float16.tflite |
TFLite | ~1,1 MB | Model FP16 |
sensor1_current.csv |
CSV | ~69,1 MB | Data sinyal arus |
sensor2_voltage.csv |
CSV | ~78,2 MB | Data sinyal tegangan |
sensor3_acoustic_em.csv |
CSV | ~73,3 MB | Data emisi akustik-elektromagnetik |
labels.csv |
CSV | ~154 KB | Label kelas |
blok_diagram_arsitektur_dasnet.jpg |
JPG | ~39 KB | Diagram arsitektur |
flowchart_sistem_dasnet.png |
PNG | ~58 KB | Flowchart sistem |
confusion_matrix_dasnet.png |
PNG | ~29 KB | Confusion matrix |
arsitektur_resnet1D.png |
PNG | ~181 KB | Arsitektur Resnet 1D |
grafik_respon_anomali_dasnet.png |
PNG | ~90 KB | Respons skor anomali |
kurva_akurasi_dasnet.png |
PNG | ~26 KB | Kurva akurasi |
kurva_loss_dasnet.png |
PNG | ~25 KB | Kurva loss |
kurva_roc_dasnet.png |
PNG | ~42 KB | Kurva ROC |
Buka:
DASNet_ResNet1D_CNN.ipynb
Notebook menjadi titik utama untuk:
- membaca dataset,
- interpolasi,
- segmentasi,
- normalisasi,
- pembagian data,
- training ResNet 1D-CNN,
- evaluasi,
- visualisasi,
- konversi model.
Model yang tersedia:
dasnet_float32.tflite
dasnet_float16.tflite
Untuk deployment ESP32-S3, model yang telah dikonversi ke array C/C++ digunakan melalui:
dasnet_model_data.h
Letakkan minimal:
main.cpp
dasnet_model_data.h
pada komponen aplikasi ESP-IDF yang telah dikonfigurasi dengan TensorFlow Lite Micro.
Contoh struktur proyek:
dasnet-firmware/
├── CMakeLists.txt
├── sdkconfig
└── main/
├── CMakeLists.txt
├── main.cpp
└── dasnet_model_data.h
Lalu gunakan alur standar ESP-IDF:
idf.py set-target esp32s3
idf.py build
idf.py flash monitorKonfigurasi pin, parameter kalibrasi sensor, bobot fusi, tensor arena, dan integrasi komponen TensorFlow Lite Micro harus disesuaikan dengan board serta environment pengembangan yang digunakan.
| Status | Makna | Indikasi |
|---|---|---|
| 🟢 Normal | Tidak terdapat anomali signifikan | Operasi normal |
| 🟡 Waspada | Anomali awal / perlu observasi | Alarm awal |
| 🔴 Bahaya | Indikasi kuat gangguan | Proteksi lokal / eskalasi |
| Risiko | Mitigasi yang Diusulkan |
|---|---|
| Interferensi LoRa | Proteksi lokal tidak bergantung pada konfirmasi gateway |
| Sensor drift / noise | Moving-average / smoothing pada firmware |
| Overfitting dataset sintetis | Validasi HIL dan data lapangan |
| Data leakage | Statistik normalisasi dihitung dari training set |
| Ketidakseimbangan kelas | Class-weighted loss |
| Gangguan komunikasi | Failsafe FreeRTOS pada node |
| Keamanan transmisi | Pengembangan lanjutan dengan AES-128 |
Penelitian ini berada pada tahap studi kelayakan konseptual.
Beberapa batasan penting:
- belum merupakan validasi purwarupa fisik pada PLTS atap riil,
- pipeline TinyML menggunakan dataset sekunder/sintetis,
- kanal model TinyML belum identik dengan tiga sensor fisik target,
- performa 100% merupakan hasil pada dataset evaluasi terkontrol,
- noise harmonik inverter lapangan belum sepenuhnya terepresentasi,
- kondisi cuaca ekstrem nyata belum diuji secara hardware,
- biaya casing, perakitan, sertifikasi, serta instalasi belum masuk BOM,
- lapisan keamanan LoRa belum menjadi bagian dari evaluasi utama.
Roadmap yang direkomendasikan:
- Pembuatan purwarupa ESP32-S3 lengkap.
- Testbed PLTS riil / Hardware-in-the-Loop (HIL).
- Akuisisi dataset current–temperature–irradiance secara langsung.
- Pengujian berbagai kapasitas panel.
- Pengujian berbagai merek dan topologi inverter.
- Validasi terhadap noise harmonik nonlinear.
- Re-training / transfer learning TinyML pada domain sensor target.
- Kalibrasi bobot proxy berdasarkan data lapangan.
- Pengukuran konsumsi daya node.
- Optimasi duty-cycle LoRa.
- Implementasi AES-128 untuk integritas komunikasi.
- Pengembangan gateway komunitas.
- Dashboard pemetaan spasial gangguan.
- Pengujian long-term sensor drift.
- Analisis EMC dan keselamatan listrik.
- Validasi terhadap standar proteksi yang relevan.
| Metrik | DASNet |
|---|---|
| Test Accuracy | 100%* |
| Precision / Recall / F1 | 1,00* |
| AUC | 1,00* |
| FPR proxy fusion | 4,3% |
| Akurasi proxy fusion | 91,2% |
| Model INT8 | ~604 KB |
| Inferensi | <350 ms |
| Latensi jaringan | 340 ms |
| LoRa PDR | >98,6% |
| Simulasi jaringan | 20 node |
| BOM per node | Rp313.000 |
| Estimasi penghematan | 87–94% |
*Hasil pada dataset sekunder/sintetis dalam konteks studi kelayakan dan bukan klaim performa lapangan.
- Anggriawan, D.O. et al. (2023). Implementation of fast Fourier transform and artificial neural network in series arc fault identification and protection system on DC bus microgrid. JTT, 11(2), 303–310. DOI:
10.32487/jtt.v11i2.1869 - Dang, H.L. et al. (2021). Series DC arc fault detection using machine learning algorithms. IEEE Access, 9, 133346–133364. DOI:
10.1109/ACCESS.2021.3115512 - Elhanashi, A. et al. (2024). Advancements in TinyML: applications, limitations, and impact on IoT devices. Electronics, 13(17), 3562. DOI:
10.3390/electronics13173562 - Le, V. et al. (2020). Series DC arc fault detection based on ensemble machine learning. IEEE Transactions on Power Electronics, 35(8), 7826–7839. DOI:
10.1109/TPEL.2020.2969561 - Lu, S.B. et al. (2019). DA-DCGAN: an effective methodology for DC series arc fault diagnosis in photovoltaic systems. IEEE Access, 7, 45831–45840. DOI:
10.1109/ACCESS.2019.2909267 - Ray, P.P. (2022). A review on TinyML: state-of-the-art and prospects. Journal of King Saud University – Computer and Information Sciences, 34(4), 1595–1623. DOI:
10.1016/j.jksuci.2021.11.019 - Taneza, E. & Firdaus, F. (2025). Smart system untuk pemantauan dan optimasi kinerja pembangkit listrik tenaga surya. Transmisi, 27(1), 20–32. DOI:
10.14710/transmisi.27.1.20-32
Jika repositori ini digunakan sebagai referensi akademik, gunakan identitas karya berikut:
DASNet: Kerangka Deteksi Dini Arc Fault DC Berbiaya Rendah pada PLTS Atap
Berbasis Fusi Proxy Indikator dan Edge-AI Terdistribusi Antar-Rumah.
Tim Xtal
Rafi Rafsanjani, Muhammad Yusuf Aditiya, Dimas Rifai
Institut Teknologi Sumatera, 2026.
DASNet pada tahap ini merupakan proof-of-concept penelitian. Sistem, model, firmware, maupun hasil simulasi dalam repositori tidak dimaksudkan sebagai perangkat proteksi keselamatan listrik yang telah tersertifikasi.
Implementasi pada instalasi PLTS nyata memerlukan:
- perancangan hardware yang memenuhi standar keselamatan,
- validasi proteksi,
- isolasi kelistrikan,
- pengujian EMC,
- pengujian kondisi gagal,
- pengujian lapangan,
- dan evaluasi terhadap standar/regulasi yang berlaku.







