Skip to content

About

Low-cost DC arc-fault detection for rooftop PV using proxy fusion, TinyML, ESP32-S3, and distributed LoRa Edge-AI

Topics

Resources

Stars

2 stars

Watchers

0 watching

Forks

Latest commit

 

History

16 Commits

Folders and files

NameName
Last commit message
Last commit date
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Repository files navigation

DASNet

Kerangka Deteksi Dini Arc Fault DC Berbiaya Rendah pada PLTS Atap Berbasis Fusi Proxy Indikator dan Edge-AI Terdistribusi Antar-Rumah

Tim Xtal — Institut Teknologi Sumatera


ESP32-S3 TinyML TensorFlow Lite FreeRTOS LoRa C++

Accuracy FPR Latency Model PDR BOM


Important

Repositori ini mendokumentasikan studi kelayakan konsep (proof-of-concept) DASNet berbasis kajian literatur, dataset sekunder/sintetis, simulasi numerik, serta pipeline TinyML. Hasil performa yang ditampilkan bukan hasil pengujian purwarupa fisik pada PLTS riil dan tidak boleh diperlakukan sebagai pengganti perangkat AFCI tersertifikasi.

Daftar Isi


Tentang DASNet

DASNet (Distributed Arc-Signature Network) adalah kerangka deteksi dini DC arc fault untuk instalasi PLTS atap rumah tangga yang dirancang dengan pendekatan berbiaya rendah, pemrosesan Edge-AI, serta komunikasi terdistribusi antar-rumah.

DASNet menggabungkan dua jalur validasi yang saling melengkapi:

  1. Validasi arsitektural melalui fusi tiga proxy indicator:

    • riak arus,
    • laju kenaikan suhu sambungan,
    • deviasi efisiensi daya berbasis iradiansi.
  2. Validasi pipeline TinyML melalui model ResNet 1D-CNN yang dikuantisasi untuk eksekusi pada mikrokontroler kelas rendah, khususnya ESP32-S3.

Node DASNet bekerja secara on-device, memberikan peringatan lokal, dapat mengeksekusi proteksi melalui relai, serta mengirimkan status anomali ke gateway komunitas menggunakan LoRa SX1278 433 MHz.


Tim Xtal

Nama Peran dalam Karya Institusi
Nazuwatussya'diyah Dosen Pembimbing Institut Teknologi Sumatera
Rafi Rafsanjani Ketua Tim / Peneliti Institut Teknologi Sumatera
Muhammad Yusuf Aditiya Anggota Tim / Peneliti Institut Teknologi Sumatera
Dimas Rifai Anggota Tim / Peneliti Institut Teknologi Sumatera

Nama Tim: Xtal


Permasalahan yang Diangkat

Gangguan arc fault DC pada instalasi fotovoltaik dapat dipicu oleh degradasi konektor MC4, kesalahan crimping, sambungan longgar, maupun penuaan isolasi kabel. Karena arus DC tidak memiliki titik nol seperti AC, busur listrik dapat terus bertahan dan tidak selalu memicu MCB konvensional.

Di sisi lain, solusi Arc Fault Circuit Interrupter (AFCI) komersial dinilai relatif mahal untuk pengguna PLTS rumah tangga skala kecil. DASNet dirancang untuk mengeksplorasi pendekatan alternatif yang:

  • dapat berjalan pada mikrokontroler murah,
  • tidak bergantung pada ADC berkecepatan sangat tinggi,
  • meminimalkan false-positive,
  • bekerja secara lokal tanpa ketergantungan cloud,
  • dapat berkolaborasi sebagai jaringan deteksi tingkat komunitas.

Tujuan dan Target Perancangan

Target awal penelitian DASNet adalah:

Parameter Target
Akurasi klasifikasi ≥ 90%
Latensi pelaporan < 500 ms
False-positive rate < 5%
Estimasi BOM per node < Rp320.000
Platform edge ESP32-S3
Komunikasi LoRa SX1278 433 MHz
Eksekusi AI On-device / TinyML

Konsep Utama

PLTS Atap
   │
   ├── Sensor Arus ───────────► Riak Arus
   ├── Sensor Suhu ───────────► Laju Kenaikan Suhu
   └── Sensor Iradiansi ──────► Deviasi Efisiensi
                                  │
                                  ▼
                         Fusi Proxy Indicator
                                  │
                 ┌────────────────┼────────────────┐
                 ▼                ▼                ▼
              NORMAL           WASPADA           BAHAYA
                 │                │                │
                 └──── LED / Buzzer / Relay ─────┘
                                  │
                                  ▼
                         LoRa SX1278 433 MHz
                                  │
                                  ▼
                         Gateway Komunitas
                                  │
                    ┌─────────────┴─────────────┐
                    ▼                           ▼
              Dashboard Rumah            Dashboard Komunitas

Arsitektur Sistem

Blok diagram DASNet menerapkan skema Input – Process – Output dengan catu daya independen.

Blok Diagram Arsitektur DASNet

Input

Sensor Fungsi
ACS712 Menangkap karakteristik arus dan riak arus abnormal pada jalur DC
DS18B20 Mengukur suhu sambungan dan gradien kenaikan suhu
BH1750 Mengukur iluminansi sebagai proksi iradiansi untuk koreksi efisiensi

Process

Pemrosesan utama dilakukan oleh ESP32-S3 untuk:

  • akuisisi data sensor,
  • pemfilteran data,
  • normalisasi,
  • kalkulasi proxy indicator,
  • fusi skor anomali,
  • inferensi TinyML,
  • klasifikasi status,
  • proteksi lokal,
  • komunikasi LoRa.

Output

Komponen Fungsi
LED RGB Indikator visual status Normal / Waspada / Bahaya
Buzzer Alarm lokal
Relai Aktuator pemutusan jalur DC pada kondisi bahaya
LoRa SX1278 Transmisi status ke gateway komunitas
Dashboard Pemantauan individual dan agregat komunitas

Flowchart Sistem

Flowchart Sistem DASNet

Alur penelitian dan implementasi secara umum mencakup:

  1. Identifikasi masalah.
  2. Kajian literatur dan research gap.
  3. Perancangan arsitektur.
  4. Pemilihan komponen.
  5. Perumusan fusi proxy indicator.
  6. Pra-pemrosesan dataset.
  7. Pelatihan ResNet 1D-CNN.
  8. Kuantisasi model.
  9. Konversi model menjadi header C++.
  10. Deployment pada ESP32-S3.
  11. Simulasi komunikasi LoRa.
  12. Evaluasi performa.

Fusi Proxy Indicator

DASNet menghindari ketergantungan penuh pada analisis spektrum frekuensi tinggi dengan mengubah kondisi fisik sistem menjadi tiga indikator anomali.

1. Indikator Riak Arus

Indikator riak dihitung sebagai deviasi standar arus yang dinormalisasi terhadap rerata bergerak dalam jendela waktu satu detik:

$$I_{ripple} = \frac{\sigma(I_{t-N:t})}{\overline{I}_{t-N:t}}$$

2. Indikator Laju Suhu

Laju kenaikan suhu sambungan:

$$T_{rate} = \frac{dT}{dt}$$

3. Indikator Deviasi Efisiensi

$$\eta_{dev} = 1 - \frac{P_{out,actual}} {k \cdot G_{irradiance} \cdot A_{panel}}$$

dengan:

  • k = konstanta efisiensi panel dari kalibrasi,
  • G = iradiansi terukur dalam W/m²,
  • A = luas efektif panel.

4. Skor Anomali Komposit

$$S_{anomali} = w_1 I_{ripple} + w_2 T_{rate} + w_3 \eta_{dev}$$

Bobot w1, w2, dan w3 ditentukan melalui optimasi grid search pada tahap pelatihan luring.

Klasifikasi Status

Skor Status Respons
S < 0,3 🟢 Normal Monitoring
0,3 ≤ S < 0,7 🟡 Waspada Peringatan lokal
S ≥ 0,7 🔴 Bahaya Alarm dan lapisan proteksi

Catatan: nilai numerik bobot w1, w2, dan w3 tidak dicantumkan pada naskah LKTI. Firmware menyediakan parameter yang harus disesuaikan dengan hasil grid search final.


Dataset dan Pra-pemrosesan

Pipeline TinyML menggunakan dataset sekunder/sintetis multi-sensor dengan tiga kanal:

Berkas Kanal Ukuran
sensor1_current.csv Sinyal arus DC ~69,1 MB
sensor2_voltage.csv Fluktuasi tegangan DC ~78,2 MB
sensor3_acoustic_em.csv Emisi akustik-elektromagnetik ~73,3 MB
labels.csv Label kelas ~154 KB

Dataset mentah terdiri dari sekitar 30.000 baris, kemudian melalui:

Raw multi-sensor data
        │
        ▼
Interpolasi linear
        │
        ▼
Segmentasi time-series
        │
        ▼
13.333 sampel × 3 kanal × 1024 titik
        │
        ▼
Stratified split 70 : 15 : 15
        │
        ├── Training
        ├── Validation
        └── Testing = 2.000 sampel
        │
        ▼
Z-score normalization
(parameter hanya dari training set)
        │
        ▼
Class-weighted loss

Distribusi Kelas

Kelas Jumlah Sampel
normal 8.000
series_arc 3.333
parallel_arc 2.000
Total 13.333

series_arc dan parallel_arc sama-sama diposisikan sebagai kondisi berisiko tinggi dalam konteks proteksi karena keduanya berpotensi berkembang menjadi kondisi kebakaran.


Arsitektur ResNet 1D-CNN

Arsitektur ResNet 1D-CNN DASNet

Input model memiliki bentuk:

(3, 1024)

dengan tiga kanal sinyal per sampel.

Arsitektur utama:

Input
  │
  ▼
Conv1D
  │
Batch Normalization
  │
ReLU
  │
MaxPool
  │
  ▼
Residual Block — 32 channels
  │
  ▼
Residual Block — 64 channels
  │
  ▼
Residual Block — 128 channels
  │
  ▼
Global Average Pooling
  │
Dropout
  │
Fully Connected Layer
  │
  ▼
3 Classes
 ├── normal
 ├── series_arc
 └── parallel_arc

Koneksi residual digunakan untuk mempertahankan aliran gradien selama ekstraksi fitur time-series multi-kanal.


Pelatihan dan Kuantisasi

Model dilatih selama 27 epoch hingga mencapai konvergensi dengan validation loss mendekati nol.

Kurva Loss

Kurva Loss DASNet

Kurva Akurasi

Kurva Akurasi DASNet

Setelah pelatihan, model dikonversi ke format TensorFlow Lite dan dikuantisasi agar lebih sesuai untuk perangkat edge.

Model Presisi Ukuran File Repository Keterangan
dasnet_float32.tflite FP32 ~2,1 MB Model TensorFlow Lite sebelum kuantisasi lebih lanjut
dasnet_float16.tflite FP16 ~1,1 MB Model dengan reduksi presisi Float16
dasnet_model_data.h Header C++ ~3,6 MB Representasi model untuk penyematan firmware
Model inferensi INT8 pada evaluasi INT8 ~604 KB Ukuran model inferensi yang dilaporkan dalam studi

Hasil Evaluasi

1. Confusion Matrix

Confusion Matrix DASNet

Evaluasi pada 2.000 sampel test set independen menghasilkan klasifikasi sempurna pada dataset evaluasi yang digunakan:

Kelas Sampel Test Precision Recall F1-score AUC
Normal 1.200 1,00 1,00 1,00 1,00
Series Arc 500 1,00 1,00 1,00 1,00
Parallel Arc 300 1,00 1,00 1,00 1,00
Total / Macro 2.000 1,00 1,00 1,00 1,00

Akurasi test set: 100%

Caution

Akurasi 100% diposisikan dalam naskah sebagai ideal baseline / batas atas teoritis karena dataset sekunder/sintetis memiliki karakteristik yang lebih terkontrol daripada kondisi lapangan. Noise inverter nonlinear, variasi cuaca ekstrem, sensor drift, dan karakteristik perangkat nyata dapat menurunkan performa operasional.


2. ROC Curve

Kurva ROC DASNet

Pada dataset evaluasi, nilai AUC = 1,00 untuk ketiga kelas target.


3. Perbandingan dengan Metode Eksisting

Metode Komputasi / Ukuran Sampling / Latensi Akurasi
FFT + ANN — Anggriawan et al. (2023) Tinggi / >5 MB 100 kHz / ~1.200 ms 99,98%
Ensemble ML — Le et al. (2020) Sedang / ~12 MB 20 kHz / ~850 ms 98,2%
Conv1D — Dang et al. (2021) Sangat tinggi / ~25 MB 1 MHz / ~500 ms 99,1%
DASNet INT8 Sangat rendah / ~604 KB <1 kHz / <350 ms 100% (simulasi)

Fokus DASNet bukan sekadar mengejar akurasi maksimum, tetapi mengeksplorasi trade-off antara:

  • performa,
  • kebutuhan komputasi,
  • sampling rate,
  • biaya perangkat,
  • latensi,
  • kemampuan deployment pada mikrokontroler.

Ketahanan terhadap Variabilitas Lingkungan

Grafik Respons Anomali DASNet

Simulasi terhadap kondisi transien cuaca dan switching beban menunjukkan bahwa indikator tunggal berbasis riak arus lebih mudah menghasilkan alarm palsu.

Skema Deteksi False-positive Rate Akurasi Komposit
Indikator riak arus tunggal 18,5% —
Fusi tiga proxy indicator 4,3% 91,2%

Reduksi FPR menjadi 4,3% penting untuk menekan risiko nuisance tripping.


Jaringan Terdistribusi Antar-Rumah

DASNet tidak hanya dirancang sebagai perangkat standalone. Setiap node edge dapat menjadi bagian dari jaringan komunitas.

Topologi Simulasi

 Rumah 01 ─┐
 Rumah 02 ─┤
 Rumah 03 ─┤
    ...    ├──► LoRa 433 MHz ───► Gateway Komunitas ───► Dashboard
 Rumah 20 ─┘

Hasil Simulasi Jaringan

Parameter Hasil
Jumlah node 20 node
Gateway 1 gateway komunitas
Frekuensi 433 MHz
Rata-rata latensi end-to-end 340 ms
Target maksimum 500 ms
PDR LoRa >98,6%
Gangguan simultan yang diuji hingga 5 node

Arsitektur ini memungkinkan gateway membedakan gangguan lokal pada satu rumah dari pola anomali yang muncul serentak pada beberapa instalasi di kawasan yang sama.


Bill of Materials

Estimasi biaya perangkat elektronik untuk satu node edge:

Komponen Spesifikasi Estimasi Biaya
Mikrokontroler utama ESP32-S3 N8R8 Rp120.000
Transceiver komunikasi LoRa SX1278 433 MHz Rp85.000
Sensor proxy proteksi ACS712 + DS18B20 + BH1750 Rp55.000
Proteksi Modul relai optocoupler 5V / Songle 5V Rp6.000
Alarm & indikator Active buzzer + LED RGB Rp12.000
Catu daya & step-down Power Supply 12V/2A + LM2596 Rp35.000
Total BOM per node Rp313.000

Dalam studi, AFCI komersial bersertifikasi UL 1699B dibandingkan pada rentang sekitar Rp2,5–5 juta, sehingga estimasi biaya DASNet merepresentasikan potensi penghematan sekitar 87–94% pada tahap konsep.

Estimasi BOM belum mencakup casing, integrasi mekanik, biaya manufaktur, sertifikasi, pengujian keselamatan, dan instalasi lapangan.


Firmware ESP32-S3

Firmware utama tersedia pada:

main.cpp

Implementasi mencakup:

  • ESP-IDF + FreeRTOS,
  • sampling ACS712,
  • pembacaan DS18B20,
  • BH1750 melalui I²C,
  • filter firmware,
  • kalkulasi proxy indicator,
  • klasifikasi Normal / Waspada / Bahaya,
  • LED RGB,
  • buzzer,
  • relay,
  • driver LoRa SX1278,
  • telemetri ke gateway,
  • loader TensorFlow Lite Micro,
  • inferensi model terkuantisasi,
  • pengukuran latensi inferensi.

Model Header

Firmware menggunakan:

#include "dasnet_model_data.h"

Header tersebut merupakan representasi model yang disematkan ke firmware ESP32-S3.

Catatan Penting Domain Input

Model ResNet 1D-CNN pada jalur validasi TinyML dilatih pada:

current + voltage + acoustic_em

sedangkan arsitektur sensor target DASNet menggunakan:

current + temperature + irradiance

Karena kedua domain kanal tersebut tidak identik, implementasi firmware sebaiknya tidak menganggap inferensi dari model sekunder sebagai pengganti validasi model pada sensor fisik target. Pada main.cpp, skema fusi proxy tetap menjadi dasar keputusan live sampai pipeline model dilatih/ditransfer menggunakan data sensor target yang representatif.


Struktur Repositori

DASNet/
│
├── README.md
├── main.cpp
├── dasnet_model_data.h
│
├── DASNet_ResNet1D_CNN.ipynb
├── dasnet_float32.tflite
├── dasnet_float16.tflite
│
├── sensor1_current.csv
├── sensor2_voltage.csv
├── sensor3_acoustic_em.csv
├── labels.csv
│
├── blok_diagram_arsitektur_dasnet.jpg
├── flowchart_sistem_dasnet.png
├── confusion_matrix_dasnet.png
├── arsitektur_resnet1D.png
├── grafik_respon_anomali_dasnet.png
├── kurva_akurasi_dasnet.png
├── kurva_loss_dasnet.png
└── kurva_roc_dasnet.png

Deskripsi Berkas

Berkas Format Ukuran ± Fungsi
README.md Markdown — Dokumentasi repositori
main.cpp C++ — Firmware ESP-IDF/FreeRTOS
dasnet_model_data.h Header C++ ~3,6 MB Model untuk deployment firmware
DASNet_ResNet1D_CNN.ipynb Notebook ~1 MB Pipeline preprocessing, training, evaluasi dan kuantisasi
dasnet_float32.tflite TFLite ~2,1 MB Model FP32
dasnet_float16.tflite TFLite ~1,1 MB Model FP16
sensor1_current.csv CSV ~69,1 MB Data sinyal arus
sensor2_voltage.csv CSV ~78,2 MB Data sinyal tegangan
sensor3_acoustic_em.csv CSV ~73,3 MB Data emisi akustik-elektromagnetik
labels.csv CSV ~154 KB Label kelas
blok_diagram_arsitektur_dasnet.jpg JPG ~39 KB Diagram arsitektur
flowchart_sistem_dasnet.png PNG ~58 KB Flowchart sistem
confusion_matrix_dasnet.png PNG ~29 KB Confusion matrix
arsitektur_resnet1D.png PNG ~181 KB Arsitektur Resnet 1D
grafik_respon_anomali_dasnet.png PNG ~90 KB Respons skor anomali
kurva_akurasi_dasnet.png PNG ~26 KB Kurva akurasi
kurva_loss_dasnet.png PNG ~25 KB Kurva loss
kurva_roc_dasnet.png PNG ~42 KB Kurva ROC

Cara Menggunakan Repositori

1. Eksplorasi Pipeline Machine Learning

Buka:

DASNet_ResNet1D_CNN.ipynb

Notebook menjadi titik utama untuk:

  • membaca dataset,
  • interpolasi,
  • segmentasi,
  • normalisasi,
  • pembagian data,
  • training ResNet 1D-CNN,
  • evaluasi,
  • visualisasi,
  • konversi model.

2. Model TensorFlow Lite

Model yang tersedia:

dasnet_float32.tflite
dasnet_float16.tflite

Untuk deployment ESP32-S3, model yang telah dikonversi ke array C/C++ digunakan melalui:

dasnet_model_data.h

3. Firmware ESP-IDF

Letakkan minimal:

main.cpp
dasnet_model_data.h

pada komponen aplikasi ESP-IDF yang telah dikonfigurasi dengan TensorFlow Lite Micro.

Contoh struktur proyek:

dasnet-firmware/
├── CMakeLists.txt
├── sdkconfig
└── main/
    ├── CMakeLists.txt
    ├── main.cpp
    └── dasnet_model_data.h

Lalu gunakan alur standar ESP-IDF:

idf.py set-target esp32s3
idf.py build
idf.py flash monitor

Konfigurasi pin, parameter kalibrasi sensor, bobot fusi, tensor arena, dan integrasi komponen TensorFlow Lite Micro harus disesuaikan dengan board serta environment pengembangan yang digunakan.


Status Klasifikasi

Status Makna Indikasi
🟢 Normal Tidak terdapat anomali signifikan Operasi normal
🟡 Waspada Anomali awal / perlu observasi Alarm awal
🔴 Bahaya Indikasi kuat gangguan Proteksi lokal / eskalasi

Mitigasi Risiko

Risiko Mitigasi yang Diusulkan
Interferensi LoRa Proteksi lokal tidak bergantung pada konfirmasi gateway
Sensor drift / noise Moving-average / smoothing pada firmware
Overfitting dataset sintetis Validasi HIL dan data lapangan
Data leakage Statistik normalisasi dihitung dari training set
Ketidakseimbangan kelas Class-weighted loss
Gangguan komunikasi Failsafe FreeRTOS pada node
Keamanan transmisi Pengembangan lanjutan dengan AES-128

Batasan Penelitian

Penelitian ini berada pada tahap studi kelayakan konseptual.

Beberapa batasan penting:

  • belum merupakan validasi purwarupa fisik pada PLTS atap riil,
  • pipeline TinyML menggunakan dataset sekunder/sintetis,
  • kanal model TinyML belum identik dengan tiga sensor fisik target,
  • performa 100% merupakan hasil pada dataset evaluasi terkontrol,
  • noise harmonik inverter lapangan belum sepenuhnya terepresentasi,
  • kondisi cuaca ekstrem nyata belum diuji secara hardware,
  • biaya casing, perakitan, sertifikasi, serta instalasi belum masuk BOM,
  • lapisan keamanan LoRa belum menjadi bagian dari evaluasi utama.

Pengembangan Lanjutan

Roadmap yang direkomendasikan:

  • Pembuatan purwarupa ESP32-S3 lengkap.
  • Testbed PLTS riil / Hardware-in-the-Loop (HIL).
  • Akuisisi dataset current–temperature–irradiance secara langsung.
  • Pengujian berbagai kapasitas panel.
  • Pengujian berbagai merek dan topologi inverter.
  • Validasi terhadap noise harmonik nonlinear.
  • Re-training / transfer learning TinyML pada domain sensor target.
  • Kalibrasi bobot proxy berdasarkan data lapangan.
  • Pengukuran konsumsi daya node.
  • Optimasi duty-cycle LoRa.
  • Implementasi AES-128 untuk integritas komunikasi.
  • Pengembangan gateway komunitas.
  • Dashboard pemetaan spasial gangguan.
  • Pengujian long-term sensor drift.
  • Analisis EMC dan keselamatan listrik.
  • Validasi terhadap standar proteksi yang relevan.

Ringkasan Performa

Metrik DASNet
Test Accuracy 100%*
Precision / Recall / F1 1,00*
AUC 1,00*
FPR proxy fusion 4,3%
Akurasi proxy fusion 91,2%
Model INT8 ~604 KB
Inferensi <350 ms
Latensi jaringan 340 ms
LoRa PDR >98,6%
Simulasi jaringan 20 node
BOM per node Rp313.000
Estimasi penghematan 87–94%

*Hasil pada dataset sekunder/sintetis dalam konteks studi kelayakan dan bukan klaim performa lapangan.


Referensi Utama

  1. Anggriawan, D.O. et al. (2023). Implementation of fast Fourier transform and artificial neural network in series arc fault identification and protection system on DC bus microgrid. JTT, 11(2), 303–310. DOI: 10.32487/jtt.v11i2.1869
  2. Dang, H.L. et al. (2021). Series DC arc fault detection using machine learning algorithms. IEEE Access, 9, 133346–133364. DOI: 10.1109/ACCESS.2021.3115512
  3. Elhanashi, A. et al. (2024). Advancements in TinyML: applications, limitations, and impact on IoT devices. Electronics, 13(17), 3562. DOI: 10.3390/electronics13173562
  4. Le, V. et al. (2020). Series DC arc fault detection based on ensemble machine learning. IEEE Transactions on Power Electronics, 35(8), 7826–7839. DOI: 10.1109/TPEL.2020.2969561
  5. Lu, S.B. et al. (2019). DA-DCGAN: an effective methodology for DC series arc fault diagnosis in photovoltaic systems. IEEE Access, 7, 45831–45840. DOI: 10.1109/ACCESS.2019.2909267
  6. Ray, P.P. (2022). A review on TinyML: state-of-the-art and prospects. Journal of King Saud University – Computer and Information Sciences, 34(4), 1595–1623. DOI: 10.1016/j.jksuci.2021.11.019
  7. Taneza, E. & Firdaus, F. (2025). Smart system untuk pemantauan dan optimasi kinerja pembangkit listrik tenaga surya. Transmisi, 27(1), 20–32. DOI: 10.14710/transmisi.27.1.20-32

Sitasi

Jika repositori ini digunakan sebagai referensi akademik, gunakan identitas karya berikut:

DASNet: Kerangka Deteksi Dini Arc Fault DC Berbiaya Rendah pada PLTS Atap
Berbasis Fusi Proxy Indikator dan Edge-AI Terdistribusi Antar-Rumah.

Tim Xtal
Rafi Rafsanjani, Muhammad Yusuf Aditiya, Dimas Rifai
Institut Teknologi Sumatera, 2026.

Disclaimer

DASNet pada tahap ini merupakan proof-of-concept penelitian. Sistem, model, firmware, maupun hasil simulasi dalam repositori tidak dimaksudkan sebagai perangkat proteksi keselamatan listrik yang telah tersertifikasi.

Implementasi pada instalasi PLTS nyata memerlukan:

  • perancangan hardware yang memenuhi standar keselamatan,
  • validasi proteksi,
  • isolasi kelistrikan,
  • pengujian EMC,
  • pengujian kondisi gagal,
  • pengujian lapangan,
  • dan evaluasi terhadap standar/regulasi yang berlaku.

⚡ DASNet — Distributed Arc-Signature Network

Low-Cost DC Arc-Fault Detection · Proxy Fusion · TinyML · ESP32-S3 · LoRa Community Network

Tim Xtal · Institut Teknologi Sumatera

About

Low-cost DC arc-fault detection for rooftop PV using proxy fusion, TinyML, ESP32-S3, and distributed LoRa Edge-AI

Topics

Resources

Stars

2 stars

Watchers

0 watching

Forks

Releases

Packages

Contributors

Languages